Diupdate pada 13 Februari, 2026 4:14
Tayang Jum’at,(13/02/2026)
Catatan Oleh : Robet Tambrin Silun/Putra Bakonsu
Nanga Bulik-Borneoindonesianews.com,- Kurang dari satu tahun memegang amanah sebagai Bupati Lamandau periode 2025–2029, Rizky Aditya Putra mulai menunjukkan pola kepemimpinan yang tenang namun terukur. Di tengah dinamika politik daerah, ia memilih pendekatan kerja yang tidak banyak retorika, tetapi fokus pada langkah konkret yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat.
Sejumlah agenda strategis yang dijalankan memperlihatkan arah kepemimpinan yang jelas. Salah satunya adalah upaya aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat guna mengawal percepatan pembangunan. Langkah ini dinilai penting bagi daerah seperti Lamandau yang masih membutuhkan dukungan infrastruktur dan penguatan sektor pelayanan publik. Pendekatan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan daerah tidak cukup hanya bekerja di dalam wilayahnya, tetapi juga harus mampu membuka akses dan peluang di tingkat nasional.
Di tingkat lokal, perhatian terhadap penyelesaian persoalan masyarakat juga menjadi sorotan. Upaya memfasilitasi penyelesaian konflik lahan yang telah berlangsung lama menjadi salah satu contoh bagaimana pemerintah daerah hadir sebagai mediator. Penyelesaian tersebut bukan hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga menciptakan stabilitas sosial yang lebih kondusif.
Yang tak kalah penting, sebagai seorang bupati, Rizky Aditya Putra dikenal terbuka menerima masukan dari masyarakat. Ide, gagasan, maupun konsep pembangunan yang disampaikan oleh tokoh masyarakat, pemuda, akademisi, hingga pelaku usaha lokal mendapat ruang untuk didengar. Sikap ini menjadi fondasi penting dalam membangun daerah secara partisipatif. Pembangunan Lamandau tidak hanya digerakkan dari meja birokrasi, tetapi juga dari aspirasi warga yang ingin melihat daerahnya maju dan berkembang.
Selain itu, perhatian terhadap generasi muda dan organisasi kemasyarakatan juga menjadi bagian dari strategi kepemimpinannya. Dukungan terhadap kegiatan kepemudaan mencerminkan upaya membangun fondasi jangka panjang melalui penguatan sumber daya manusia.
Dalam konteks peta politik menuju 2029, konsistensi dan efektivitas kebijakan akan menjadi kunci. Memimpin daerah bukan soal siapa yang paling keras bersuara, melainkan siapa yang paling konsisten bekerja. Jika ritme ini terus dijaga, Lamandau berpeluang melangkah lebih stabil di bawah kepemimpinan yang memilih bergerak tanpa banyak sorotan, tetapi tetap terasa hasilnya.
Rizky Aditya Putra Bupati Lamandau kerja tidak banya bicara,tetapi terasa.
Mulai dari memimpin di biokarasi,turun ke masyrakat,sikap hari-hari hampir sama,dan tidak mampu di ukur serta tidak bisa di perdiksi oleh siapapun,gaya-gaya kepemimpinnya unik dan sikap prbadi apa adanya.
Jadi Bupati seperti ini tidak kelihatan nyata sepak terjangan,tetapi berbahaya kepada ASN dan kepala desa yang bermasalah dan tidak kerja dengan baik dan benar,tinggal giliran masing-masing kehilangan segalanya ,waktu yang menjawab.
Beliau berapa kali menyampaikan di hadap saya di ruang kerjanya,di kantor Bupati Lamandau,bahwa urus pribadi kita bang Robet sudah selesai,tinggal kita sama-sama mengabdi untuk kepenting masyrakat dan daerah,mari kita sama-sama bangun kabupaten Lamandau ini dengan lebih baik.
(Redaksi)






