Diupdate pada 10 Desember, 2024 8:56
Tayang Selasa, (10/12/2024)
Kuala Kapuas-Borneoindonesianews.com,- Ratusan warga Kapuas menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jalan Tambun Bungai, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, Selasa, (10/12/2024).
Aksi demo di KPU Kapuas, massa memprotes adanya dugaan praktik politik uang dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati Kapuas.
Aksi ini diwarnai orasi dari berbagai perwakilan masyarakat yang menyuarakan kekecewaan mereka terhadap dugaan kecurangan pada pilkada Kapuas. Massa juga menuntut pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kapuas untuk segera melakukan investigasi dan memastikan Pilkada berjalan jujur, adil dan transparan.
“Kami datang ke KPU hari ini untuk menuntut keadilan. Ada indikasi kuat bahwa salah satu pasangan calon menggunakan politik uang (Money Politic) untuk melancarkan dan memenangkan Pilkada. Ini telah mencederai demokrasi dan mencoreng integritas proses pemilu,” tegas Pemimpin Hindu Kaharingan, Hardian Rifin.
Hardian Rifin menyampaikan dirinya sebagai mantir adat di Kecamatan Dadahup bahwa pelaksanaan Pemilu terjadi ketidakadilan karena adanya politik uang secara terang-terangan. Sedangkan keinginan untuk seorang pemimpin Kabupaten Kapuas merupakan asli putra daerah yang benar-benar memimpin dan membangunkan daerah.
“Kita sangat mengutuk praktek kotor untuk meraih kemenangan dengan cara politik uang,” ungkapnya.
Ia berharap pemimpin Kabupaten Kapuas meraih Kemenangan murni keinginan rakyat tanpa ada praktek kotor dengan politik uang. Dan aksi demo merupakan salah satu upaya mendorong adanya pengajuan gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK).
“Jika kami dipanggil untuk bersaksi di MK tentu kami siap, karena bukan saja dari suku Dayak tetapi gabungan seluruh masyarakat yang terdiri dari berbagai suku dan golongan,” pungkasnya.
Para demonstran membawa spanduk dan poster bertuliskan protes terhadap dugaan pelanggaran tersebut, seperti “Stop Money Politik!”dan “Kami Mau Pilkada Bersih!”. Beberapa warga juga mengaku memiliki bukti berupa foto dan video yang menunjukkan adanya pembagian uang kepada masyarakat menjelang hari pencoblosan.
Aksi demo ini berlangsung damai dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Warga berharap langkah tegas segera diambil untuk menjaga kepercayaan publik terhadap proses demokrasi di Kapuas.
(Agus)
Editor Utama : Robet T. Silun






