Diupdate pada 30 Agustus, 2025 9:43
Tayang Sabtu,(30/08/2025)
JAKARTA, Borneoindonesianews.com,- Gelombang aksi massa di Gedung DPR RI, Senayan, sejak Senin (25/8/2025) berujung pada tragedi memilukan. Ribuan mahasiswa, buruh, dan driver ojol yang menolak tunjangan mewah DPR terlibat bentrokan dengan aparat, hingga menelan korban jiwa.
Aksi besar-besaran ini awalnya dipicu oleh kontroversi tunjangan rumah anggota DPR sebesar Rp50 juta per bulan. Pernyataan Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, yang menyebut mereka yang menuntut pembubaran DPR sebagai “mental orang tolol sedunia”, menambah bara kemarahan publik.
Puncak tragedi terjadi Kamis malam (28/8/2025) di kawasan Bendungan Hilir–Pejompongan, Jakarta. Dalam kericuhan, seorang driver ojek online bernama Affan Kurniawan (21) terjatuh bersama motornya dan terlindas kendaraan taktis Brimob (rantis Barracuda). Affan sempat dilarikan ke RSCM, namun nyawanya tak tertolong.
Detik-detik Affan terseret rantis membuat massa panik. Teriakan histeris pecah di jalanan, menambah amarah rakyat yang sudah menumpuk akibat kebijakan dan sikap DPR.
Tragedi Affan menyulut solidaritas nasional. Pada Jumat (29/8/2025) malam, amarah rakyat merembet ke daerah.
Bandung – Gedung aset MPR di depan DPRD Jawa Barat terbakar hebat.
Makassar – Pos polisi dan bangunan sekitar hangus dilalap api, ribuan massa memadati jalan utama.
Solo – Gedung DPRD hangus terbakar, masa menghalau mobil pemadam kebakaran mendekati area kebakaran,api baru bisa dipadamkan menjelang waktu subuh
Bentrokan juga pecah di berbagai titik, menandakan gelombang perlawanan rakyat terhadap ketidakadilan.
Respons Presiden Prabowo dan Kapolri
Presiden Prabowo Subianto melayat langsung ke rumah duka Affan pada malam yang sama. Dengan wajah serius, ia menyampaikan belasungkawa dan berjanji mengusut tuntas kasus ini.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo kemudian menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada keluarga korban. Tujuh anggota Brimob ditetapkan melanggar etik dan dijatuhi sanksi penempatan khusus. Namun, banyak pihak menilai langkah tersebut belum cukup menebus hilangnya nyawa seorang anak bangsa.
Satir: DPR Joget di Tengah Penderitaan
di tengah himpitan ekonomi rakyat, publik dikejutkan dengan beredarnya rekaman anggota DPR yang berjoget dan tertawa riang di ruang sidang. Termasuk dua figur publik yang kini menjadi wakil rakyat, Eko Patrio dan Uya Kuya.
Bagi masyarakat, ini menjadi simbol ketidakpekaan DPR terhadap penderitaan bangsa. Alih-alih menunjukkan empati, dewan justru asyik bersuka ria, sementara rakyat menjerit karena kenaikan pajak, iuran BPJS, dan kebutuhan pokok.
Tragedi Affan Kurniawan menjadi titik balik. Dari Senayan hingga ke daerah, rakyat bersuara lantang: keadilan harus ditegakkan.
“Affan bukan sekadar korban. Ia simbol perjuangan rakyat kecil yang tergilas oleh kekuasaan,” ujar salah satu aktivis mahasiswa di Jakarta.
( Raden Prawira )






