Diupdate pada 24 Mei, 2025 4:18
UMBJM Resmi Gelar Sumpah Apoteker Pertama, Berikan Penghargaan Pada Lulusan Terbaik
Tayang Sabtu,(24/05/2025)
Banjarmasin Kalimantan Selatan-Borneoindonesinwes.com,-
Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMBJM) baru saja melaksanakan proses pengucapan sumpah apoteker secara perdana untuk pertama kalinya. Acara bersejarah ini digelar pada Selasa (20/05/2025) dan diikuti oleh 37 lulusan Program Pendidkan Profesi Apoteker yang dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Farmasi UMBJM bertempat di Hotel Banjarmasin Internasional, Jl. A. Yani Banjarmasin.
apt. Andika, M.Farm selaku Dekan Fakultas Farmasi UMBJM menyampaikan rasa senangnya, karena selain merupakan pertama kalinya melaksanakan pengucapan sumpah bagi lulusan Program Profesi Apoteker, jumlah tingkat kelulusan tepat waktu mencapai 92,5 persen, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 89,2 persen. Hal ini patut disyukuri karena menunjukan kualitas pendidikan Fakultas Farmasi UMBJM yang patut diapresiasi.

Dari jumlah tersebut diketahui nilai indeks prestasi kumulatif tertinggi diperoleh adalah 4,00 dan yang terendah ada pada 3,53.
Sebagai bentuk apresiasi, Fakultas Farmasi UMBJM memberikan penghargaan kepada tiga lulusan terbaik yang di dampingi oleh orang tua masing-masing yaitu, apt. Windy Sovarina Surya, S.Farm, apt. Asep Saepudin, S.Farm dan apt. Khalisa Farida, S.Farm.
Sambutan serta kesan dan pesan selama proses pendidikan apoteker di sampaikan oleh apt. Windy Sovarina Surya, S.Farm asal Lamandau sebagai lulusan terbaik sekaligus perwakilan apoteker baru yang di ambil sumpah pada hari itu. Perjalanan selama proses pendidikan tidaklah mudah, para calon apoteker harus melalui berbagai praktek lapangan kemudian disusul dengan ujian pada akhir program sebelum dinyatakan lulus dan dapat melapalkan sumpah Apoteker, ungkapnya.
Dekan Fakultas Farmasi juga meminta kepada para lulusan untuk senantiasa menerapkan prinsip Ten Star Pharmacist salah satunya Long Life Learner mengingat dunia kesehatan terus berubah dan berkembang sehingga Apoteker dituntun selalu belajar dan beradaptasi dengan perubahan tersebut. Ia juga menekankan pentingnya menjaga etika dan integritas dalam menjalankan profesi, mengingat apoteker merupakan bagian dari sistem pelayanan kesehatan yang berhubungan langsung dengan masyarakat.
Terakhir apt. Andika, M.Farm juga mengungkapkan lulusan dari program tersebut diketahui tidak hanya berasal dari pulau Kalimantan, namun juga dari berbagai wilayah seperti Sulawesi, Sumatera dan Jawa. Hal ini menunjukan bahwa minat terhadap Program Profesi Apoteker UMBJM cukup tinggi.
Robet T. Silun : Pemimpin Redaksi (Pemred)





