Diupdate pada 11 Februari, 2024 10:28
Tayang Minggu,(11/02/2024)
Ketapang Kalimantan Barat-Borneoindonesia.news.com,-
Kalau ada dugaan kuat mengarah kekerasan oleh oknum polisi, tentu semua media di wilayah Provinsi Kalimantan Barat bersatu desak bapak Irjen Pol. Pipit Rismanto,S.I.K.,M.H, Kapolda Kalbar, Provam Polda Kalbar, Provam Mabes Polri, Komnasham dan Komisi III DPR RI.
Yang sangat penting dengan bapak Kapolri RI dan Komjen Pol. Agus Andrianto Wakapolri yang sudah teruji keberaniannya bongkar kasus Ferdi Sambo bintang dua bekas Provam Mabes Polri terlibat penembakan Brgadir J,Tedi Minahasa bintang dua kasus sabu dan sekarang sedang menangani kasus Ketua KPK Firli Bahuri sedang dalam peroses.
Dengan kasus almarhum Restu Pahreza yang di nyatakan telah meninggal dunia,dan sudah di makamkan.
Atas perintah bapak Irjen Pol.Pipit Rismanto,S.I.K.,M.H Kapolda Kalbar,untuk melakukan optopsi dan mengambil alih perkara tersebut,meminta untuk segera mengumumkan hasil visum,otopsi,gelar perkara dan penetapan tersangka.
Surat permintaan konfirmasi media “BORNEO INDONESIA” menuju bapak AKBP TOMMY Perdian,S.I.K,M.Sc ( Eng) kapolres Ketapang”di terima oleh polres Ketapang tanggal (05/02/2024) dan telah di balas oleh polres ketapang tanggal,(10/02/2024),mengatakan perkara kematian RP sudah di ambil alih oleh polda Kalbar.
Media “BORNEO INDONESIA”mohon bantuan rekan- rekan BIN pusat,untuk bongkar kasus di wilayah Provinsi Kalimantan Barat,karena berapa kasus kekerasan terjadi di wilayah hukum polda kalbar,sering lolos dari jeratan hukum.
Siapapun orangnya yang berani lindungi kasus kematian RP,dan terbukti,dipastikan PTDH kan.
Penulis : Robet T. Silu/Pemred-BI






