Diupdate pada 10 April, 2025 7:00
Tayang Kamis, (10/04/2025)
Berastagi-Borneoindonesianews.com,-Kritik ini disampaikan oleh Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumut, Rianto SH MH, dalam konferensi pers yang berlangsung pada Rabu (9/4/2025), di Kantor JMSI.
Rianto mengungkapkan bahwa salah satu masalah yang cukup meresahkan adalah petugas Dinas Pariwisata yang bertugas di pos-pos yang telah ditetapkan tidak mengenakan seragam dinas yang sesuai, melainkan malah terlihat mengenakan pakaian ala ‘preman’.
Hal ini, menurutnya, dapat menimbulkan kesan yang tidak profesional dan bahkan membuat wisatawan merasa tidak aman.
Selain itu, Rianto juga mengungkapkan adanya insiden yang melibatkan dua oknum petugas retribusi dari Disbudporapar Bidang Pariwisata yang terekam kamera sedang mengejar dan menghadang pengunjung dengan gaya yang sangat arogan, seolah-olah bertindak seperti preman.
Dalam video yang beredar, kedua petugas tersebut bahkan memaksa korban untuk segera membayar retribusi jika ingin masuk ke kawasan pemandian air panas.
“Tidak hanya bagi wartawan, tetapi juga bagi setiap pengunjung yang datang ke Berastagi untuk menikmati suasana rileks dan keindahan kota yang sejuk. Hal ini tentu sangat merugikan citra wisata Berastagi,” ujar Rianto.
Anto Genk begitu sapaannya menambahkan bahwa Bupati Karo harus segera mengambil sikap tegas untuk memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
“Kami berharap Bupati Karo dapat menindaklanjuti kasus ini dengan serius agar wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, merasa aman dan nyaman ketika berkunjung ke Berastagi,” katanya
(Edy)
Editor Utama : Robet T. Silun






