Hujan Deras Mengakibatkan Banjir Di wilayah pemukiman penduduk

Diupdate pada 9 Agustus, 2024 3:12

Tayang Jum’at, (09/08/2024)

Pontianak-Borneoindonesianews.com,-Hujan deras yang terjadi tadi malam sekitar jam 19.30 di Wilayah Kota Pontianak dan Kabupaten Membawah mengakibatkan banjir sedalam kurang lebih setengah meter bahkan lebih, banyaknya rumah penduduk, pertokoan yang tergenang banjir bahkan termasuk sekolahan, rumah ibadah dan perkantoran.

Hasil pantauan awak media borneoindonesianews.comAbdullah Nuriman menjelaskan tarjadinya hujan deras dan angin pada hari Kamis 8 Agustus 2024 kurang lebih 4 jam mengakibatkan banjir salah satunya di kawasan Jalan Darma Putra Dalam, Kelurahan Siantan Hilir Kecamatan Pontianak Utara air sedalam hampir satu meter di jalan raya sehingga rumah penduduk banya yang tergenang air dan pertanian sayur mayur menjadi rusak karena lahannya tergenang air.

Salah satu warga yang ditemui oleh awak media bapak Sailan dan Mastuki mengatakan salah satu penyebab banjir ini adalah lambannya air hujan yang mengalir ke sungai Kapuas akibat banyaknya saluran air, irigasi atau kanalisasi yang tersumbat oleh banyaknya sampah dan semangkin sempitnya saluran air akibat jembatan yang dibuat tidak mengikuti lebarnya irigasi saluran air.

Demikian hal yang sama terjadi kebanjiran di kawasan Jalan Sungai Pandan Kelurahan Wajok Hulu Kecamatan Jongkat Kabupaten Mempawah genangan air sampai ke dalam rumah saat di konfirmasi salah satu warga bernama Suje’ie menuturkan rumahnya sudah 2 jam tergenang oleh air hujan deras sehingga terpaksa mengamankan barang- barang yang ada didalam rumah.

Tokoh masyarakat,bapak Mastuki dan Suja’ie berharap agar Pemerintah Kota Pontianak dan Kabupaten Membawah khususnya Dinas Instansi terkait dapat memperhatikan dan mengambil langkah bijak dalam penanganan kebanjiran ini yang tergenang banjir wilayah kota pontianak antara lain sungai selamat perwasal parit pangeran dan sekitarnya.

(Abdullah Nuriman/ Wakil humas BI)
Editor Utama :Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews