Diupdate pada 8 November, 2025 2:50
Tayang Sabtu, (08/11/2025)
Rokan Hulu-Borneoindonesianews.com,- Dari mulai 06 November 2025–terjadi i persoalan yang muncul di Desa Teluk Aur, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu, adanya ,isu sosial tentang dugaan pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh dugaan pencemaran lingkungan yang dikaitkan dengan PT. Karya Samo Mas (KSM), mulai dari Testimoni yang diberikan oleh berbagai elemen masyarakat desa, dari ninik mamak, tokoh masyarakat, hingga akhirnya masyarakat pun turut mendukung keberadaan PT. KSM di desa Teluk Aur.
Kepada media, kamis (06/11/2025), sejumlah indikator parameter pun di sampaikan terkait fungsi dan peran serta PT. KSM di tengah masyarakat, sampai isu liar yang para tokoh masyarakat ini anggap sebagai upaya dari oknum yang hanya ingin mengambil keuntungan sepihak dari keberadaan perusahaan. “Secara pribadi, saya bersama sebagian besar masyarakat desa merasa bersyukur atas keberadaan PT. KSM di Kecamatan Rambah Samo,” ujar tokoh J. Silalahi
Menurut tokoh masyarakat J Silalahi, kehadiran PT. KSM secara langsung bermanfaat bagi para pemuda di Desa Teluk Aur yang mendapatkan pekerjaan, walau menjadi tenaga kerja bongkar muat (TKBM). “Dengan dipekerjakan nya para pemuda di Desa Teluk Aur ini, jelas kehadiran PT. KSM sangat bermanfaat bagi seluruh masyarakat desa,”ungkapnya.
Ditempat yang sama,Silalahi, M. Aritonang (63), pun turut memberikan keterangan serupa. Dirinya menambahkan keberadaan PT. KSM sebagai salah satu PKS di Kecamatan Rambah Samo, turut menopang perekonomian masyarakat. “Dampaknya sangat besar, perekonomian masyarakat di Kecamatan Rambah Samo jadi meningkat dengan kehadiran PT. KSM,” tutur Aritonang.
Selanjutnya ,dari alokasi dana Corporate Social Responsibility (CSR), apa yang telah dilakukan manajemen PT. KSM hampir lima tahun terakhir sangat berdampak luas terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama di Desa Teluk Aur sendiri. Hal ini diperkuat dengan pernyataan S. Sinurat (58), yang menjelaskan kontribusi PT. KSM melalui alokasi dana CSR selama ini ,pungkasnya.
“Banyak program bantuan dari alokasi dana CSR PT. KSM yang sudah disalurkan selama ini, mulai dari bantuan anak yatim-piatu, keluarga miskin, sampai program kepemudaan dan perayaan hari besar agama yang sudah dilakukan selama ini,” terang S. Sinurat. Tentu saja, dengan segala pernyataan para tokoh masyarakat ini, secara eksplisit, jelas kontribusi dan peran serta PT. KSM sangat signifikan terhadap perkembangan masyarakat desa, Desa Teluk Aur.
Dari perkembangan informasi sempat muncul belakangan ini , para tokoh masyarakat bergabung menegaskan komitmen sebagian besar masyarakat Desa Teluk Aur terhadap keberadaan PT. KSM, dan menuding oknum dari luar desa yang hanya ingin mengambil keuntungan dari manajemen perusahaan. tandasnya.
Tampak “Jelas, dari pernyataan dia saja hanya ingin cari panggung di desa kami, dengan memanfaatkan 1-2 orang masyarakat dan merepresentasikan kepentingan seluruh masyarakat desa,” timpal Hasibuan, yang ikut menyimak pembicaraan yang terjadi.
Terkait mengenai lingkungan yang muncul, para tokoh masyarakat sangat enggan menanggapi dan memastikan bahwa kondisi ekosistem di Sungai Ibur tak ada masalah, seperti yang di yang diinformasikan “Soal laporan dan sebagainya, biarlah menjadi poksi pihak yang berwenang, yang jelas kami sebagai tokoh masyarakat yang merepresentasikan masyarakat Desa Teluk Aur tetap komitmen mendukung keberadaan PT. KSM di tanah desa kami ini, ujar ,Hasibuan.
Apa yang dilakukan oknum lawyer, diketahui bernama Charles Manullang, yang disebut pihak luar, serta dinilai oleh sebagian besar tokoh masyarakat, merepresentasikan dirinya sebagai kuasa hukum bagi masyarakat Desa Teluk Aur, jelas memiliki tendensi pribadi dalam isi lingkungan yang mengaitkan PT. KSM tersebut.
“Tendensi nya jelas, apa yang dilakukan oleh Charles Manullang lebih pada indikasi niatan untuk memecah belah masyarakat Desa Teluk Aur secara keseluruhan, karena kepentingan nya sangat pribadi dan tidak mewakili kepentingan masyarakat secara luas,” pungkas tokoh masyarakat , akhiri.
(EP)
Editor Utama : Robet T. Silun






