Diupdate pada 3 Mei, 2024 7:36
Tayang Jum’at, (03/05/2024)
Timor Tengah Selatan -Borneoindonesianews.com,- Mempringati Hari Pendidikan Nasional atau yang disebut Hardiknas Tahun 2024, tepatnya pada Rabu (02/05/2024), Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 So’E di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) juga turut menggelar upacara untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional di halaman SMA Negeri 1 So’E
Upacara itu di hadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LHK), Kabupaten TTS, Martelens Liu, Camat Kota So’E dan utusan dari SMA Efata So’E dan SMA PGRI So’E.
Usai upacara para Siswa-siswi SMA Negeri 1 So’E ini lanjut meriahkan Hardiknas Tahun 2024 dengan lomba tari-tarian dengan mengenakan pakaian adat dari berbagai etnis, mereka juga menggelar lomba paduan suara, vokal grup dan fashion show antar kelas dari jumlah 11 kelas
Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 So’E, Rovis Selan, ketika dimintai komentarnya diruang kerjanya, Rabu (02/05), mengatakan kegiatan yang di diselenggarakan itu selain meriahkan Hardiknas juga sebagai bentuk implementasi dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan mengusung Tema: Bhinneka Tunggal Ika yang dikemas dalam kegiatan festival budaya Nusantara dan di ikuti oleh semua Siswa-siswi SMA Negeri 1 So’E.
“hari ini kami meriahkan hari pendidikan Nasional kami selipkan beberapa program yaitu kurikulum festival budaya Nusantara karena ini merupakan sala satu program penguatan profil pelajar Pancasila”tandasnya.
Lomba yang digelar itu, kata Selan, masuk dalam kategori penilaian tersendiri bagi sekolah, selain itu dengan menampilkan budaya dari berbagai etnis, kegiatan itu juga dapat menumbuh kembangkan kesadaran Siswa-siswi untuk mencintai budayanya sendiri.
Selan juga tak lupa menyampaikan terimakasih kepada para pihak yang hadir dan mendukung kegiatan yang diselenggarakan itu, ucap Selan.
Kesempatan yang sama, Koordinator Pengawas Pendidikan Menengah (Korwas Dikmen) SMA, SMK dan SLB Kabupaten TTS, Jermias Paulus Pelle, berpesan kepada Kepala Sekolah dan Guru SMA ,SMK dan SLB se-Kabupaten TTS untuk terus melanjutkan program
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), karena itu menjadi acuan untuk sukseskan program merdeka belajar, ia juga berharap program merdeka belajar ini juga harus dituntun oleh Kepala Sekolah dan guru yang terbaik pula.
“Kalau anak-anak seperti itu berarti gurunya harus lebih hebat lagi, kan dia harus dibawa manajemen kepala sekolah yang bagus ” harap Pelle.
(Frid-Korwil NTT).
Editor:Robet T Silun.






