Diupdate pada 26 Maret, 2024 5:06
Tayang Selasa, (26/03/2024)
Simalungun-Borneoindonesianews.com,-
Pemerintah Kabupaten Simalungun akhirnya turunkan Tim Gabungan, Polres Simalungun, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata bersama Forkompimca, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon untuk Pembersihan Penataan dan Penertiban diareal Ruang Terbuka Publik (RTP) Parapat sampai ke kawasan RTP Pantai Atsari, Senin (25 Maret 2024), pukul 08.30 Wib sampai pukul 13.00 Wib.
Setelah melakukan Tim melakukan Apel bersama di Parkiran RTP Parapat, tim langsung membongkar lapak dan tenda-tenda pedagang, mulai dari pedagang misop,pop mie, kopiteh, tenda jualan mangga dan lainnya langsung dibongkar dan barang-barangnya dikembalikan kepada pemiliknya yang kebetulan sudah menunggu aksi pembongkaran itu.
Ratusan Satpol PP di turunkan untuk membersihkan tumpukan sampah, dan petugas kebersihan RTP Parapat memberush lantai.
Kementerian PUPR dan Kementrian Menko Marves telah menegur Pemkab Simalungun, atas kekumuhan kawasan tersebut.
Dasar itulah Pemkab Simalungun berupaya membersihkan dan menata RTP Parapat supaya siap menerima pembangunan lanjutan dari Pusat, termasuk demi keasrian dannkeindahan jelang libur Lebaran, Libur Paskah, dan menyambut kegiatan renang sebagai bagian dari Venu Pekan Olahraha Nasional (PON) di Parapat dan lokasinya di RTP Parapat.
Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga melalui tim yang turun bersama Albert Saragih Asisten 1, menyampaikan pembersihan, penataan dan penertiban ini dilaksanakan guna menjaga kenyamanan keindahan, keasrian panorama Kaldera Toba Danau Toba Parapat.
Kita langsung melakukan pengecatan bagian bangunan yang sudah mulai kumuh sesuai dengan aslinya. Lalu setelah ini, akan kita lakukan monitoring dan pengamanan, bekerjasama dengan Uspika setempat supaya tidak dimasuki lagi oleh pedagang kata Albert.
Sementara itu Kadishub Simalungun Sabar Saragih juga menyampaikan akan memasang kembali tali sling dan tidak bisa menaikkan dan menurunkan penumpang kapal dari RTP Parapat karena tidak sesuai dengan Ramchek KSOPP Parapat.
Lalu Asisten III Pemkab Simalungun yang juga sebagai putra Parapat, Akmal Siregar mengatakan, setiap ada pembangunan ada dua yang terdampak. PERTAMA dampak pembangunan itu sendiri dan ke DUA adalah dampak kepada masyarakat itu sendiri, seta dinamika dalam pembahasan sangat terbuka bersama masyarakat yang terdampak.
Hanya saja Pemerintah hadir mengakomodir dan kepentingan masyarakat umum walaupun tidak semua harapan masyarakat bisa kita akomodir dan secara Kasusistik kebanyakan keluhan mereka tadi masalah lokasi berdagang, sementara kita tetap pertimbangkan demi kepentingan umum.
Camat Girsang Sipanganbolon, Oslando Parhusip mengungkapkan sebanyak 42 pedagang dari RPT Pantai Bebas dan RTP Atasari Parapat direlokasi ke bangunan ruang tunggu terminal Sososor Sabah Parapat dan pihaknya dengan tegas mengatakan para pedagang tidak diperbolehkan berjualan di RTP lagi dan koordinasi pengamanan penertiban RTP bersama TNI-Polri kita, katanya.
(Heri Guci)
Editor : Robet T. Silun






