Sungai Lau Sampuren Meluap, Warga Kampung Timur Desa Lau Baleng tidak bisa Keluar Rumah

Diupdate pada 14 November, 2023 4:03

Tayang Selasa, (14/11/2023)

Karo Berneh-Borneoindonesianews.com,-Curah hujan yang tinggi di Wilayah Karo Berneh membuat Warga Dusun Kampung Timur tidak bisa melakukan Aktivitas di akibat Akses ke Dusun Kampung Timur terputus. Karena menuju Dusun Kampung Timur Desa Lau Baleng wajib melintasi Sungai Lau Sampuren tanpa adanya jembatan penghubung yang di perkirakan berpuluh-puluh tahun tanpa jembatan.

Pantauan Reporter Borneoindonesianews.com di Lapangan Senin (13/11/2023) pukul 18.00WIB hujan turun dengan deras nya sehingga memutuskan akses ke Dusun Kampung Timur, karena aliran Sungai begitu Deras dan demi keselamatan warga tidak memungkinkan melintasi sungai tersebut.

Air sungai yang besar bercampur bebatuan dan ranting-ranting membuat warga enggan untuk mencoba melintas. Sampai hari Selasa (14/11/2023) pagi pukul 08.00WIB terpantau air Sungai masih Deras dan keruh sehingga anak sekolah yang tinggal di Dusun Kampung Timur tidak bisa sekolah dikarenakan tidak bisa melintasi Aliran Sungai tersebut.

“Sudah berpuluh-puluh tahun di kampung kami ini tidak ada jembatan, jika hujan turun maka kami tidak bisa keluar kampung ini” ucap br Sembiring kepada reporter media Anda ini. Warga lain juga menambahkan bahwa sudah beberapa kali minta kepada pemerintah melalui kepala Desa Lau Baleng agar mencari kan solusi untuk membuat jembatan sebagai akses ke Dusun Kampung Timur, tapi sampai saat ini belum pernah terealisasi. Warga Kampung Timur juga berharap kepada pemerintah daerah Kabupaten Karo agar segera membuat kan jembatan ke kampung timur sebelum jatuh korban.

Reporter media Anda ini juga meminta tanggapan Kepala desa lau baleng Drs Girang Pinem terkait keluhan Warganya via WhatsApp. Kades Lau Baleng Drs Girang Pinem memberikan jawaban bahwa sudah membuat permohonan ke Dinas PU, “sudah kita mohon kan ke Dinas untuk pembuatan akses ke Dusun Kampung Timur, mudah-mudahan 2024 sudah terealisasi, yang jadi penghambat adalah pembebasan lahan” ucap pak Kades.

( Edy )

Editor : Robet T. Silun

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews