Diupdate pada 21 Juli, 2026 9:02
Tayang Selasa, (21/07/2026)
Kubu Raya-Borneoindonesianews.com,-Di tengah dinamika Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2026/2027, SMAN 1 Kecamatan Sungai Ambawang Kubu Raya menegaskan komitmennya untuk membuka akses pendidikan seluas-luasnya tanpa mengabaikan prinsip keadilan dan regulasi. Hal itu disampaikan Kepala Sekolah M. Tahir,S.Pd. dalam forum tatap muka bersama perwakilan orang tua wali dan masyarakat, Selasa (21/7/2026).
Dari total kuota 283 siswa untuk Kelas X, sekolah mencatat 209 siswa telah diterima melalui empat jalur: afirmasi, perpindahan tugas orang tua, prestasi, dan zonasi. Namun dinamika di lapangan membuat kuota belum sepenuhnya terisi. Sebanyak 2 siswa mengundurkan diri dan 2 lainnya tidak melakukan daftar ulang.
“Sisa kuota ini tetap kami lengkapi sesuai aturan Dinas Pendidikan. Namun kami beri catatan tegas: calon yang kami terima adalah mereka yang belum terdaftar di sekolah lain. Kami memprioritaskan warga sekitar, karena sekolah ini hadir untuk menjawab kebutuhan pendidikan di wilayahnya,” ujar M. Tahir.
Menjaga Kualitas di Tengah Pemerataan
Kebijakan memprioritaskan zonasi bukan sekadar pemenuhan administratif. Dalam pandangan kepala sekolah, kedekatan geografis menjadi faktor penting untuk menekan angka putus sekolah dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pendidikan.
Tahun ini SMAN 1 Sungai Ambawang akan mengelola 8 kelas baru untuk jenjang X. Secara keseluruhan sekolah menaungi 24 kelas, dengan pembagian merata di tiap jenjang. Untuk menopang proses belajar, sekolah didukung 48 tenaga pendidik dan total 60 tenaga kependidikan termasuk staf TU dan petugas kebersihan.
Rasio tersebut menunjukkan upaya sekolah menjaga mutu layanan pendidikan di wilayah semi-perkotaan yang terus berkembang.
Penguatan Ekstrakurikuler Berbasis Kompetensi
Selain akademik, sekolah juga menyiapkan ekosistem pengembangan minat dan bakat. Seluruh kegiatan ekstrakurikuler akan dijalankan secara terjadwal dan terukur, dengan pembinaan langsung oleh pelatih dan guru yang kompeten di lingkungan sekolah.
“Pendidikan tidak berhenti di ruang kelas. Kami ingin siswa punya ruang untuk bereksplorasi, tetapi tetap dalam koridor pembinaan yang bertanggung jawab,” jelas M. Tahir.
Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045
Di akhir forum, M. Tahir menekankan bahwa mutu pendidikan tidak bisa berdiri sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
“Kita sedang menyiapkan generasi yang akan memimpin di tahun 2045. Itu butuh kerja bersama. Sekolah mendidik, orang tua menguatkan, masyarakat mendukung,” tutupnya.
Dengan masih terbukanya sisa kuota, SMAN 1 Sungai Ambawang memberi sinyal bahwa pemerataan akses pendidikan tetap menjadi prioritas, selama tetap berada dalam koridor aturan dan kebutuhan riil masyarakat sekitar.
Pewarta :Rudi Dewa Korwil Kalbar
Editor Utama : Robet T. Silun






