PT. SPW Serobot Tanah Dan Kebun Warga Manggana

Diupdate pada 31 Mei, 2025 7:12

Tayang Sabtu,(31/05/2025)
Seruyan-Borneoindonesianews.com,-
Tim media Surat Kabar Umum ” BORNEO INDONESIA” bersama berapa warga desa Manggana Kecamatan Hanau Kabupaten Seruyan Provinsi Kalimantan Tengah turun ke lapang,Sabtu (31/05/2025),menggali kebenaran bahwa kata warga Manggana ada kebun karet mereka di gusur PT. SPW (Sumur Pandan Wangi).
Ketika sampai di lapangan Robet T. Silun Pimpinan Redaksi media ini,melihat langsung fakta lapang bawa kebun karet pak Haidir warga Mangga benar di gusur oleh PT. SPW dengan alasan ada yang jual oleh warga lain.

Menurut Robet T. Silun perusahaan PT. SPW memang sadis kelakuannya tidak beradap terhadap hak warga setempat,sampai kebun karet warga di gusur seperti jaman penjajahan indonesia sebelum merdeka.

Tim media ini,bersama pak Radian warga desa Manggana, mendatangi dan menjumpai bapak Arifin Humas PT. SPW ke kantor induknya,guna untuk meminta keterangan dan alasan mereka terhadap kebun karet warga di gusur dasar apa?
Sampai tiba di kantor besar PT. SPW jam.10.30 wib langsung di sambut baik oleh pak Arifin dan di dampingi oleh Asisten kemitraan.

Robet T. Silun langsung aja melakukan pertanyaan ke poko mesalahan,kenapa kalian meggusur kebun karet warga sampai belum menggali tau siapa pemilik tanah dan kebun karet tersebut yang sebenarnya.

Arifin Humas PT.SPW asli putra Pembuang Hulu menjawab pertanyaan media ini,”kebetulan saya ini pak Robet orang baru kerja menjadi Humah PT. SPW jadi saya tidak terlalu banyak tau terkait mesalah terdahulu bahwa mesalah tanah dan kebun karet warga Menggana itu belum selesai sampai hari ini.

Tetapi saya dapat selenting berapa tahun lalu bahwa ada dua lokasi yang belum selesai menurut persi warga.
Kami dari Humas PT. SPW akan segra menyampaikan atas pertemuan kita hari ini ke puncak pimpinan.
Ada salah satu Asisten bagian kemitraan menjelaskan bahwa terkait mesalah sengketa tanah bukan bagian saya,bagian saya di kemitraan.

Saya ini hampir kurang lebih 20 tahun di media sampai menjabat ke puncak pimpinan Redaksi berasal dari bawah,orang lapangan.

Dan dokumen perijinan PT. SPW sudah kami kantongi di mana lahan PT. SPW yang bermasalah masih cukup luas.
Harapan pak Robet kepada saudara saya Arifin selaku putra asli Pembuang Hulu sebagi Humas PT. SPW ambil langkah baik untuk dapat menyelesaikan sengketa tanah dengan warga menggana.
Mesalah ini jangan di pandang sepele,nanti akan melebar kemana-mana.
warga bisa menuntut PT. SPW melalui jalur hukum.

Siapapun yang menjadi bekingnya di belakang warga tak kan mundur memperjuangkan hak nya.
Kita negara hukum tidak satupun yang kebal hukum,kalu tuhan berkehendak pasti akan muncul kebenaran.
Pak Radian juga di sela-sela perdebatan menjelaskan bahwa mesalah tanah dan kebun kami bukan persoalan baru tetapi sudah persoal lama,dan kami tidak pernah menerima kompensasi dari pihak PT. SPW.
Adapun persolalan PT. SPW dan warga lain yang menjualnya tanah dan kebun kami,itu urusan PT. SPW.

(Fran Depi M Silun/Wakil Seketaris Redaksi)

Bagikan via:

Berita Milik BorneoIndonesiaNews